Monday, November 1, 2010

SATU (sepenggal novel dari Nimaz Yulianti)

Sudah sekitar dua hari aku hanya menikmati Jepang dari satu sisi kecilnya di daerah pusat di Tokyo. Tak pernah pergi dari daerah ini, kecuali hanya melihat rumah tua yang konon ada hubungannya dengan Lafcadio Hearn, kemudian sebuah kuil Budha yang terletak di area pemakaman. Ketika berjalan melewatinya dalam keadaan udara sedingin ini, aku seperti bisa mendengar suara angin yang menerpa nisan-nisan yang membuatnya berderak bergemeretak.

mau tahu kelanjutan kisahnya?
tunggu beberapa tahun lagi akan segera terbit jika pengarangnya mau menyelesaikan.
hahahaha.

No comments:

Post a Comment