by Nimaz Yulianti on Tuesday, 27 July 2010 at 22:23
Akhir Dari Masa Lalu
Seperti yang diketahui bahwa masa masa SMA sudah berakhir sekitar dua tiga bulan yang lalu. Mereka orang orang yang terpilih dan atau mereka orang orang yang beruntung telah mengambil jalan hidupnya sendiri sendiri. Kecuali mereka yang memang terseleksi dari kehidupan kehidupan yang memang tidak seramah yang dibayangkan, harus menerima jalan yang sekiranya sudah ditentukan bukan oleh mereka.
Aku tidak mengerti apa ini titik tolak dari masa depan, suatu awal dari munculnya tokoh - tokoh baru di dalam kehidupan kita masing – masing. Awal dari dibangunnya kembali sebuah harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih tinggi dari ini. Kehidupan yang lebih layak menurut pemikiran mereka yang dihidupkan hanya untuk segi ekonomi kemanusiaannya. Manifestonya adalah mereka mereka, orang orang yang pernah, sedang, masih atau akan berada dalam kehidupanku saat ini. Mereka yang diberi selamat atas awal masa depan yang baik. Mereka akan punya kehidupan yang tinggi dan mereka patut dihargai (tapi itu bukan menurutku). Tiga kali empat kali, ada orang orang yang perlu ditengok. mereka yang belum mendapatkan penghormatan. Lagi lagi hanya karena catatan awal yang belum muncul penjelasannya, hanya kata kata pengantar tentang usaha yang mereka tempuh tapi gagal, jalan jalan yang ditentukan namun tak sesuai harapan.
Tulisan ini tampak melankolis, atau mungkin perasaanku saja yang sedang melankolis. Ini bukan tentang suatu penghormatan, hanya mengenai jalan pikiran orang pada umumnya di masa masa sekarang. Yang sebetulnya sedikit sekali yang bisa diterima oleh orang orang munafik. Aku adalah orang orang munafik diantaranya, hidup dalam semua yang mereka katakan YA walau menurutku itu TIDAK.
Titik tolak masa lalu adalah belajar untuk berbicara tentang suatu kebenaran. Kebenaran bahwa bukan untuk strata terhormat yang akan dikejar untuk masa depan. Bukan materi, bukan nama dan bukan jaminan kedudukan. Aku hanya ingin hidup untuk bersenang senang, dan menurutku itu benar. Aku tahu apa yang sebagian dari kalian pikirkan, ini semua salah, dan itu benar. Suatu tugas adalah kesenangan, suatu tanggung jawab adalah kesenangan, dan suatu untuk mengatakan kebenaran atas diri sendiri adalah kesenangan. Bahkan sejarah sejarah pengkhianatan masa lalu juga merupakan kesenangan. Tapi aku bukan sejarawan yang mempelajari pengkhianatan masa lalu.
Keputusan keputusan yang diambil harus dari diri sendiri dan itu patut diperjuangkan oleh diri sendiri, untuk diri sendiri dan direlakan untuk diri sendiri dan orang lain. Apapun dalih persembahan, motifasi financial dan tuntutan tuntutan penghormatan dalam pilihan mereka adalah omong kosong. Tujuan hidup adalah apa yang ada di hati dan harus diperjuangkan untuk diri sendiri dan mereka yang memang patut dihargai. Dan semua kebenaran akan berakhir menyenangkan, apapun itu.
No comments:
Post a Comment