by Nimaz Yulianti on Friday, 09 April 2010 at 23:08
Semua mati seperti biasa, dan ketika lagu lagu diputar, mereka ada yang memakan sedikit kotoran ditangan mereka.
Ada juga yang menyanyi lirih, sedikit berbangga atas mulutnya yang tak bisa dibuka lebar.
Dikarenakan atas berbagai alasan dan fakta, tetaplah tempat ini adalah suatu tempat untuk menggali perdebatan dan atau diam, dimana mereka akan berpisah juga akhirnya.
Ketika seorang gadis pergi, turun gerimis yang ramai berlalu.
Orang orang menyuruhnya berlari.
Tapi dia diam.
Menengadah kedua tanganya sambil melangkah di pinggiran jalanan bising ini.
Orang orang memandangnya heran.
Mungkin suatu saat akan ada yang menilai, bahwa itu adalah awal dari hilangnya kewarasan.
Hingga bising berlalu,dan jalanan kembali sepi.
Masih dia berdiri menengadah sambil menjulurkan lidahnya.
Memberi tahu Tuhan bahwa hanya DIA yang dia percaya.
No comments:
Post a Comment