Aku hanya berkutat dengan buku mite Yunani dan Roma,
setahuku cerita hanya mengenai Oedipus,
tak seperti mereka yang terlalu religius.
Soekarno pun tahu Oedipus.
Aku hanya membaca catatan Soe Hok gie,
maka setahuku hidupku masih dalam suatu protes yang sekuler.
Aku belum membaca catatan Ahmad Wahib,
maka aku tidak tahu tentang pergolakan pemikiran Islam,
dengan demikian sekali lagi aku bukan seorang yang terlalu religius.
Itu bedanya antara aku, kau dan mereka.
Setidaknya bila seperdelapan kesimpulan mengenai kehidupanku dikutip,
aku sedikit me-Wahib kan sudut pandang atas diriku sendiri.
“Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis,. Aku bukan komunis. aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim.”.
Lalu apa perbedaan kau dan mereka dengan aku?
setidaknya dalam kehidupan kehidupan yang sempit aku masih berusaha unutuk tidak munafik,
karena langit masih gelap dan badai selatan masih bergema sampai bulan desember,
maka sudahkah harapan ditelan gelombang seperri yang dikatakan badai selatan,
musnah.
seperti harapan hidupku sudah berujung pada life for nothing?
Lalu apa bedanya antara kau dan mereka dengan aku?
ini bukan kata kata puitis,
atau kau hanya tahu tentang itu karena sekalipun belum pernah tahu tentang badai selatan.
ketahuilah, itu tidak perlu dipermasalahkan.
jika memang itu bukan masalah bagi kau.
itu bedanya antara aku dan kau karena aku tidak pernah mempermasalahkan tentang mereka.
No comments:
Post a Comment